Skandal Ijazah Jokowi Menggema ke Dunia: Wilson Lalengke Ledakkan Isu di UNESCO dan ASEAN

WARTA PERISTIWA

- Redaksi

Selasa, 18 November 2025 - 22:14 WIB

5047 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Sengketa dugaan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo kini tidak lagi sekadar persoalan domestik. Aktivis HAM dan jurnalis senior Wilson Lalengke meledakkan isu ini ke panggung internasional lewat surat terbuka resminya kepada UNESCO, ASEAN, dan Parlemen Indonesia.

Ini bukan langkah biasa, ini alarm keras untuk demokrasi Indonesia.

“Saya melihat konspirasi hukum yang dipertontonkan secara telanjang. Rakyat dipaksa percaya pada keadilan yang disulap-sulap,” tegas Lalengke, alumni Lemhannas dan petisioner di Sidang PBB 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menuding proses hukum di kepolisian sarat kejanggalan dan aroma kompromi, sehingga penyelesaian kasus ini tidak bisa dibiarkan “digoreng di dapur gelap birokrasi”.

Mendesak Internasional Turun Tangan: Panel Independen, Pengamat HAM, dan Pemeriksaan Global

Lalengke mengusulkan pembentukan:
Panel Verifikasi Internasional untuk menguji autentikasi ijazah Jokowi.
Pengawasan langsung ICJ & Komisi HAM ASEAN untuk mencegah permainan hukum.
Pemanfaatan MLAT untuk memeriksa seluruh dokumen yang diterbitkan di luar negeri.
Laporan peer-reviewed terbuka agar rakyat melihat bukti, bukan propaganda.

Menurutnya, negara harus berani membuka semua dokumen pendidikan Jokowi tanpa sensor, tanpa intervensi, tanpa joki hukum.

“Jika negara ini tidak mampu menyentuh kebenaran, biarkan dunia yang menuntun kita ke sana.”

Taruhan Besar: Harga Diri Demokrasi Indonesia
Langkah Lalengke memicu geger di kalangan akademisi, aktivis demokrasi, hingga analis internasional. Pertanyaan publik kini membesar:

Mampukah negara menunjukkan keberanian untuk membuka kebenaran — atau memilih jalan gelap kompromi yang menggerogoti legitimasi demokrasi?

Indonesia sedang diuji.
Dan dunia sedang menatap.

Tim PPWI NKRI

Berita Terkait

Ratusan Anak Antusias Ikuti Khitan Massal Gratis oleh PDBN, PGSI dan RSINU Kerjasama Bank BTN
BPN Kepri, Kemenag Kepri dan Kejati Kepri, Optimalisasi Sertipikasi 4.800 Tanah Wakaf dan Rumah Ibadah
Publik Apresiasi Menko Pangan Zulkifli Hasan Salurkan 10 Ribu Porsi Makanan Siap Saji bagi Korban Bencana Sumatera
PW GPA DKI Apresiasi BNN Ungkap Jaringan Narkoba Vape di Jakarta Utara
Publik Dukung Ketegasan dan Sikap Humanis Kapolda Sumbar Tangani Kasus Dugaan Penganiayaan Nenek di Pasaman
Deklarasi di Jakarta Pusat, PCN Mantapkan Samsuri sebagai Calon Presiden RI Periode 2029–2034
BNN RI Ungkap Ratusan Kasus Narkotika, PW GPA DKI Apresiasi Kinerja Sepanjang Dua Ribu Dua Puluh Lima Keberhasilan
Persatuan Pemuda Pengawal Demokrasi Minta Klarifikasi Kejaksaan Agung atas Surat JAM Pidsus soal Pengembalian dan Pembukaan Blokir Aset Jiwasraya

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:42 WIB

PT Hopson Diduga Tetap Produksi Ilegal, Di Mana Pengawasan DLHK dan Aparat?

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:39 WIB

Regulasi Tinggal Tulisan, PT Hopson Diduga Tetap Jalankan Produksi di Malam Hari

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:20 WIB

Pengawasan Dinilai Mandul, Aktivitas PT Hopson dan PT Rosin Disebut Masih Berjalan hingga Malam Hari

Senin, 18 Mei 2026 - 22:53 WIB

Dugaan Produksi Diam-Diam PT Hopson di Tengah Sanksi Bikin Kepercayaan Publik terhadap Negara Kian Runtuh

Senin, 18 Mei 2026 - 16:07 WIB

Surat Gerakan Pemuda Kebangsaan Soroti Dugaan Pelanggaran IPAL dan Limbah B3 oleh Tiga Perusahaan

Senin, 18 Mei 2026 - 15:17 WIB

PT Rosin Tetap Beroperasi Meski Dibekukan, Dugaan Pembangkangan Ini Diminta Diusut Tuntas

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:42 WIB

Diduga Kebal Teguran Hukum, PT Rosin Dianggap Uji Nyali Aparat Penegak Hukum Aceh

Jumat, 8 Mei 2026 - 01:45 WIB

Ahmad Soadikin: Kantor Pusat di DKI, Operasional di Aceh, Celah Pengawasan Harus Segera Ditutup

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Ayah Tiri Diduga Mau Gayang Anak Dibawah Umur 14 Tahun di Kutacane

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:52 WIB